Detail Berita

PETANI KOPI TULUNGREJO TERKENDALA SARANA PRODUKSI KOPI

Petani kopi ngantang terus meningkatkan pengetahuan tentang pengolahan kopi dengan belajar kopi yang dilaksanakan secara berkala oleh kelompok petani kopi desa Tulungrejo didampingi KOPIKO (komunitas Pegiat Kopi) Malang. Kegiatan belajar kopi petani ini juga  mendapat dukungan dari Camat Ngantang Akhmad Taufiq Juniarto, S.STP, hal ini terbukti dengan terbentuknya kelompok petani kopi sebagai wadah petani kopi desa Tulungrejo kecamatan Ngantang. 

Dalam diskusi dijelaskan oleh Camat Ngantang “ salah satu manfaat kelompok tani yaitu untuk mengkoordinir persediaan pupuk yang sering menjadi kendala petani, selain itu juga agar bagaimana bantuan program pembinaan dari pemerintah dapat diakses oleh kelompok,”.

Dalam diskusi yang digelar dengan mendatangkan Bejo, Amik, Heri dan Rini dari komunitas pegiat kopi (Kopiko) Malang , berapa petani menyampaikan kendala yang sering dihadapi. Beberapa kendala yang dihadapi oleh petani adalah sarana produksi seperti pupuk yang sering telat atau distribusi tidak sesuai jadwal petani. Selain itu juga pengetahuan tentang strategi pemasaran produksi kopi juga menjadi kendala tersendiri.

“ Harapan petani , bagaimana hasil panen petani bisa mahal dari tengkulak,  soal petik merah bisa kami lakukan tetapi bagaimana jika tidak laku, soal harga dipetani kita ada kelas kelasan,  contoh harga semakin lama semakin murah karena terdesak kebutuhan.  misal ada yang kasih pinjaman modal dari kelompok akan lebih membantu , persoalan pupuk sering kesulitan,’ ungkap ketua kelompok petani kopi dihadapan forum diskusi.

 

Sumber Berita : Alimmustofa.com

https://www.alimmustofa.com/2021/01/petani-kopi-tulungrejo-terkendala_6.html?m=1

Berita Lain